Rumah Rakyat
Program 3 Juta Rumah dari Pemerintah Pusat, Pemkab Garut Gelar Rakor

Foto: Diskominfo
Rakor Pembahasan Program Pembangunan 3 Juta Rumah dari Pemerintah Pusat, di Aula Rapat Gedung MPP Kabupaten Garut, Selasa (14/1/2025).
GARUT, TINGKAP.CO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) terkait rencana Program Pembangunan 3 Juta Rumah yang akan digulirkan oleh Pemerintah Pusat.
Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, yang dilaksanakan di Aula Rapat Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Garut, Selasa (14/1/2025).
Sebelum dilaksanakan Rakor, perwakilan dari Pemkab Garut menghadiri zoom meeting mengenai program tersebut yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia.
Sekda Kabupaten Garut, Nurdin Yana, menyampaikan, pembangunan 3 juta rumah ini diberikan khusus bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Adapun beberapa arahan dari Kemendagri menindaklanjuti program ini, imbuh Nurdin, pihaknya diminta untuk mengubah regulasi, mulai dari penghapusan retribusi terkait dengan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), hingga percepatan penerbitan PBG guna menunjang keberlangsungan program 3 juta rumah yang akan digulirkan oleh pemerintah pusat.
"Itu yang dimintakan oleh pusat sehingga hari ini kita bahas. Jadi kalau kemarin di Perbup kemarin kita mengalokasikan waktu 10 hari untuk konteks pemberesan PBG, nah hari ini Persetujuan Bangunan Gedung nah hari ini diminta untuk 3 jam juga sudah selesai. Jadi seperti itu, tapi tiga jam itu tidak kumulatif dari awal sampai akhir, tetapi proses setelah persyaratan lengkap, masuk ke DPMPT, DPMPT wajib hukumnya 3 jam itu harus sudah selesai," ujar Nurdin.
Nurdin mengungkapkan hingga saat ini belum ada jumlah alokasi pembangunan rumah untuk Kabupaten Garut.
Meski demikian, berdasarkan informasi yang Ia terima bahwa dari total rumah yang akan dibangun, 30% diantaranya dialokasikan untuk Provinsi Jawa Barat. "Harapannya program seperti ini dapat dicapai oleh masyarakat yang memang betul-betul membutuhkan, dan mereka memang kategori miskin dan juga kategori yang belum memiliki rumah sehingga mereka memiliki rumah itu poinnya seperti itu," tandasnya.
Pewarta: Hartono
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 147
©2025 tingkap.co
Berita Terkait
- Perkuat Sinergi dengan Media, Kapolres Mukomuko: Pers Mitra Strategis Polri
- 500 Warga Maros Antusias Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis, TBC Dideteksi dengan X-Ray Portabel
- Pascademonstrasi, Pemkot Bandung Kebut Bersihkan Vandalisme di Simpang Lima hingga Braga
- Penghimpunan Zakat BAZNAS Garut Turun Jadi Rp13 Miliar, Ini Penyebabnya
- Bukittinggi Ikuti Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik 2026, Sekda Paparkan Komitmen Pemkot
- Satpas Polres Cimahi Pangkas Waktu Tunggu SIM hingga 35 Persen, Layanan Digital Diperkuat
- Bandung Perkuat Siskamling Siaga Bencana, Target Turunkan Risiko Bencana dari 95,15 Jadi 85,15
- Kisah Petugas Damkar Bandung: Berpacu dengan Waktu, Bertaruh Nyawa demi Menyelamatkan Sesama
- Krisis Air Bersih Maros Makin Parah, IPA Pattontongan 54 Hari Berhenti Beroperasi
- Baznas Bandung Himpun Zakat Rp23 Miliar, Farhan Bidik Kontribusi Muzaki Naik Tiga Kali Lipat
