Cuaca Ekstrim
Warga Jabar Dihimbau Waspadai Cuaca Ekstrim 26-30 Januari

pixabay
Waspadai cuaca ekstrim berpotensi banjir dan longsor
BANDUNG, TINGKAP.CO - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di Jawa Barat (Jabar) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrim yang diperkirakan terjadi pada 26-30 Januari 2025.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengingatkan pemerintah daerah, pihak terkait, dan masyarakat agar siap siaga menghadapi kemungkinan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor. Ia menegaskan pentingnya menghindari aktivitas di kawasan rawan longsor terutama saat hujan deras.
Masyarakat diminta untuk tidak melakukan penggalian di lereng-lereng kawasan rawan longsor. Dalam kondisi tidak hujan, masyarakat perlu memastikan drainase di sekitar lereng berfungsi optimal.
Jika terdapat tanda-tanda awal tanah longsor, seperti rembesan air, retakan tanah, atau pohon yang tiba-tiba miring, masyarakat diimbau segera menjauhi lokasi tersebut dan melapor ke aparat berwenang untuk tindakan pengamanan.
Perhatikan tanda-tanda awal longsor, seperti munculnya rembesan air, retakan atau amblesan tanah, lereng yang tampak menggembung, atau jendela dan pintu rumah yang sulit dibuka, ujar Dwikorita.
Prediksi Cuaca dan Potensi Risiko

Caption (Instagram/@bmkg_jawabarat)
BMKG mencatat bahwa prospek cuaca selama sepekan ke depan menunjukkan potensi cuaca ekstrem akibat dominasi Angin Monsun Asia, pengaruh La Nia lemah, serta dinamika atmosfer yang mendukung peningkatan curah hujan di berbagai wilayah termasuk sebagian Sumatera dan Pulau Jawa.
Pada periode 26-30 Januari 2025, diperkirakan hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, disertai kilat/petir dan angin kencang, akan melanda wilayah Jawa Barat. Kondisi ini dapat memicu banjir dan longsor di beberapa daerah.
Berdasarkan hasil pemetaan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), beberapa daerah di Jawa Barat memiliki potensi rawan longsor dengan skala menengah hingga tinggi.
Skala Menengah:
- Kota Bogor
- Kabupaten Bogor
- Kabupaten Sukabumi
- Kabupaten Cianjur
- Kabupaten Bandung
- Kabupaten Garut
- Kabupaten Sumedang
- Kabupaten Subang
- Kabupaten Majalengka
- Kabupaten Cirebon
- Kabupaten Kuningan
- Kabupaten Ciamis
- Kota Tasikmalaya
- Kabupaten Tasikmalaya
Skala Tinggi:
- Kota Bogor
- Kabupaten Bogor
- Kabupaten Sukabumi
- Kabupaten Cianjur
- Kabupaten Bandung
- Kabupaten Garut
- Kabupaten Sumedang
- Kabupaten Subang
- Kabupaten Majalengka
- Kabupaten Cirebon
- Kabupaten Kuningan
- Kabupaten Ciamis
- Kota Tasikmalaya
- Kabupaten Tasikmalaya
BMKG berkomitmen untuk terus memperbarui prakiraan cuaca berdasarkan dinamika atmosfer terkini. Informasi cuaca lengkap serta rekomendasi aksi dini akan disampaikan secara berkala untuk mendukung langkah antisipasi dan mitigasi dampak cuaca ekstrem selama musim hujan.
"Masyarakat diharapkan mengikuti informasi terkini dari BMKG dan selalu waspada terhadap potensi bencana yang mungkin terjadi," kata Dwikorita.
Pewarta: Martin Abidin
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 203
©2025 tingkap.co
Berita Terkait
- Perkuat Sinergi dengan Media, Kapolres Mukomuko: Pers Mitra Strategis Polri
- 500 Warga Maros Antusias Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis, TBC Dideteksi dengan X-Ray Portabel
- Pascademonstrasi, Pemkot Bandung Kebut Bersihkan Vandalisme di Simpang Lima hingga Braga
- Penghimpunan Zakat BAZNAS Garut Turun Jadi Rp13 Miliar, Ini Penyebabnya
- Bukittinggi Ikuti Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik 2026, Sekda Paparkan Komitmen Pemkot
- Satpas Polres Cimahi Pangkas Waktu Tunggu SIM hingga 35 Persen, Layanan Digital Diperkuat
- Bandung Perkuat Siskamling Siaga Bencana, Target Turunkan Risiko Bencana dari 95,15 Jadi 85,15
- Kisah Petugas Damkar Bandung: Berpacu dengan Waktu, Bertaruh Nyawa demi Menyelamatkan Sesama
- Krisis Air Bersih Maros Makin Parah, IPA Pattontongan 54 Hari Berhenti Beroperasi
- Baznas Bandung Himpun Zakat Rp23 Miliar, Farhan Bidik Kontribusi Muzaki Naik Tiga Kali Lipat
