RTLH
Dana Pendamping Zonk, 200 Unit Bedah RTLH Dinas Perkim Mukomuko Terombang Ambing

@tingkap/Japri
Program bedah rumah 200 unit RTLH di Kabupaten Mukomuko terancam gagal karena tak ada dana pendamping.
MUKOMUKO, TINGKAP.CO - Program 200 unit bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu hingga sampai saat ini belum terealisasi sebagaimana mestinya pasalnya, menurut Dinas terkait akibat kost dana pendamping mengalami kekosongan alias zonk.
Pernyataan ini disampaikan langsung Kepala Dinas Perkim, Suryanto kepada TINGKAP.CO, Selasa, (12/5/2026) di ruang kerjanya.
"Dana dari pusat sudah masuk, namun kita belum punya dana pendamping untuk menindak lanjuti program bedah (RTLH) ini," ungkapnya.
Masih kata Suryanto, Dinas Perkim tidak mungkin bergerak tanpa ada dana pendamping. "Tim yang akan turun kelapangan perlu dana supaya pelaksanaan program RTLH ini dapat berjalan dengan baik sesuai harapan kita," ungkap Suryanto.
Baca juga: Mukomuko" href="https://tingkap.co/?a=2852">Satpol PP Perketat Pengawasan Tempat Hiburan dan PaPi di Mukomuko
"Anggaran program RTLH untuk 200 unit itu dari pusat sudah masuk namun masih terkendala dengan belum adanya dana untuk tim pendamping di lapangan, kita bisa pungkiri kita tidak perlu dana pendamping tim," kata Kadis Perkim.
Ia juga mengatakan, setidaknya selama program berjalan tim pendamping pekerjaan butuh biaya transportasi, biaya makan minum sementara anggaran itu yang kosong.
Suryanto menambahkan, kita berharap pemerintah daerah dapat menganggarkan supaya program ini dapat tersalurkan pada penerima manfaat.
Seperti dikethui, proses program bedah Rumah Tidak Layak Huni di Mukomuko secara teknis sudah berjalan baik pendataan penerima maupun kucuran dana dari pemerintah pusat sudah standby. "Namun program ini mandek hanya terkendala dana pendamping," pungkasnya.
Pewarta: Japri
Penyunting: Alfen Hoesin
Pengunjung: 141
©2026 tingkap.co
Berita Terkait
- Pascademonstrasi, Pemkot Bandung Kebut Bersihkan Vandalisme di Simpang Lima hingga Braga
- Penghimpunan Zakat BAZNAS Garut Turun Jadi Rp13 Miliar, Ini Penyebabnya
- Satpas Polres Cimahi Pangkas Waktu Tunggu SIM hingga 35 Persen, Layanan Digital Diperkuat
- Bandung Perkuat Siskamling Siaga Bencana, Target Turunkan Risiko Bencana dari 95,15 Jadi 85,15
- Kisah Petugas Damkar Bandung: Berpacu dengan Waktu, Bertaruh Nyawa demi Menyelamatkan Sesama
- Krisis Air Bersih Maros Makin Parah, IPA Pattontongan 54 Hari Berhenti Beroperasi
- Baznas Bandung Himpun Zakat Rp23 Miliar, Farhan Bidik Kontribusi Muzaki Naik Tiga Kali Lipat
- 300 Warga Mattoangin Antusias Ikuti Cek Kesehatan Gratis, Ada Layanan Rontgen
- Farhan Gandeng PERSIS, PKL Bandung Didorong Bersertifikat Halal dan Lebih Higienis
- Dedi Mulyadi Batalkan Pinjaman ke PT SMI, Pembangunan Jabar Tetap Ngebut
