MBG
Heboh di SMAN 2 Lubuk Basung, Ada Sarung Tangan di Dalam Omprengan MBG

Foto: Istimewa
Heboh ada sarung tangan di omprengan MBG untuk SMA Negeri 2 Lubuk Basung, Labu Agam, Sumbar.
LUBUK BASUNG, TINGKAP.CO - Kabar tak sedap melanda program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat. Pasalnya, diduga karena tidak disiplin dan hati -hati paket MBG yang diperuntukkan bagi siswa-siswi SMA Negeri 2 Lubuk Basung diduga terdapat sarung tangan. Diduga MBG tersebut berasal dari dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sport Center, Bukit Bunian, Lubuk Basung.
Menurut keterangan yang dikutip dari beberapa orang tua murid yang enggan disebutkan namanya menjelaskan semenjak kejadian anak kami tidak mendapatkan pasokan "MBG". "Pihak sekolah menghentikan bantuan sampai saat ini," ungkap mereka.
Informasi diperkuat dari Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) Garuda.Nasional DPW Sumbar mencoba mendatangi pihak sekolah yang bersangkutan Rabu tanggal 13 Mai 2026, sekitar jam 2.30 WiIB, tujuan untuk mencari informasi kebenaran keresahan yang berkembang.
Sementara dikonfirmasi TINGKAP.CO melalui telepon selular, Kepala Sekolah SMAN 2, Zulkifli.M.Pd, Sabtu (16/05-26) membenarkan ditemukan berupa sarung tangan pada omprengan MBG pada salah seorang murid di sekolah. "Usai shalat Dzuhur mereka langsung jadwal makan, namun siswa dikejutkan dengan adanya sarung tangan yang menyatu dengan sayuran lobak," tutur Zulkifli mengingat kejadian yang ditemukan siswanya.
Untuk menindak lanjuti permasalahan
atas kesepakatan kami bersama antara pihak sekolah dengan komite untuk menghentikan pasokan MBG untuk murid- murid kami sementara, guna mengingatkan agar kejadian serupa tidak terulang kembali. "Kami dari pihak sekolah dengan komite sekolah ingin membicarakan terlebih dulu dengan pemasok MBG di Sekolah untuk kedepannya," ulas Zulkifli.
"Kami pihak sekolah bersama komite tidak menolak atas bantuan MBG, karena masih ada pihak orang tua murid yang masih berharap bantuan "MBG" tetap berjalan terlebih bagi orang tua wali murid yang termasuk kurang mampu," ungkapnya.
Kedepannya pihak sekolah minta persyaratan "jaminan " kepada pemasok "MBG" agar tidak terulang peristiwa yang sama terhadap siswa di sekolah.
"Kalau terjadi hal-hal yang tidak di inginkan agar dipertanggung jawaban oleh pihak pemasok MBG"" tegasnya.
Ketua LSM Garuda Bujang Rahmat menyayangkan kejadian yang meresahkan. Konfirmasi pihak penggelola dapur MBG Andinoviarwan Sabtu (16/05/2026), kejadian yang dialami SMAN 2 dugaan adanya sarung tangan dalam omprengan MBG, sudah ditangani pihak penegak hukum (Polres Agam).
Pewarta: Syahyetti Syamra
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 555
©2026 tingkap.co
Berita Terkait
- Kabar Baik! 199 Guru Agama di Langkat Bisa Ikuti PPG 2026, Antoni Kawal Dukungan Anggaran
- Jabar Bentuk Tim Pemburu Anak Tidak Sekolah, Sekda Herman Siap Turun Langsung ke Lapangan
- Pemko Bukittinggi Kucurkan Rp3,5 Miliar untuk Perlengkapan Siswa Baru, 3.619 Murid Terima Bantuan
- 874 Pelajar Bukittinggi Nikmati Angkutan Sekolah Gratis, 53 Angkot Disiapkan
- Meurasa HIMASOS Unimal Satukan Mahasiswa Sosiologi Lintas Angkatan di Pantai Ujong Bate
- Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Siapkan 4 Skema Bantuan Lewat Program Jabar Sakola
- Pelukis Agung Wicaksono Bernostalgia Sekaligus Bungkus Kritikan Lewat Kenangan Hewan di Masa Kecil
- Pemerintah Cimahi Realisasikan Pembangunan Sekolah SMPN 14 Cimahi
- Cetak Lulusan Siap Kerja, 32 SMK Jabar Gandeng 64 Perusahaan Lintas Sektor
- Pemprov Jabar Targetkan Nol Anak Tidak Sekolah pada 2029
