QRIS
Maros Jadi Kabupaten Pertama Awali QRIS Jelajah Kuliner Nusantara, Bupati Ajak Masyarakat Budayakan Transaksi Digital

@tingkap/Andi Harjan
Bupati Maros Chaidir Syam bersama Kadis Pariwisata H. Suardi berfoto bersama usai peluncuran QRIS Jelajah Kuliner Nusantara
MAROS, TINGKAP.CO - Kabupaten Maros kembali dipercaya menjadi daerah pembuka pelaksanaan QRIS Jelajah Kuliner Nusantara, menjadikannya sebagai kabupaten pertama yang mengawali rangkaian kegiatan tersebut. Acara berlangsung di kawasan wisata alam Bantimurung, Senin (13/7/2026), dan dihadiri sejumlah pejabat dari pemerintah daerah, Bank Indonesia, serta Bank Sulselbar.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Maros, H.A.S. Chaidir Syam, didampingi Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan, Bayu Martanto. Turut hadir Kepala Dinas Pariwisata Maros H. Suardi Sawedi, Pimpinan Cabang Bank Sulselbar Maros Firman, Direktur Operasional dan IT Bank Sulselbar, serta Kabid Pengelolaan Sistem Pendapatan Daerah Bapenda Maros Syamsuar yang mewakili Kepala Bapenda Maros.
Dalam sambutannya, Bupati Chaidir Syam menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang kembali memilih Kabupaten Maros sebagai titik awal pelaksanaan QRIS Jelajah Kuliner Nusantara.
"Terima kasih kepada Bank Indonesia karena Kabupaten Maros untuk kedua kalinya mendapat kehormatan sebagai lokasi pembuka kegiatan QRIS Jelajah Kuliner Nusantara. Ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Maros," ujar Chaidir.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat, pelaku UMKM, dan wisatawan untuk semakin membudayakan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai metode pembayaran digital.
"QRIS merupakan sistem pembayaran yang praktis, mudah, cepat, dan aman. Dengan semakin banyak masyarakat menggunakan QRIS, transaksi ekonomi akan menjadi lebih efisien sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi digital di daerah," katanya.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan, Bayu Martanto, mengatakan pemilihan Maros sebagai lokasi pembuka bukan tanpa alasan. Menurutnya, Maros memiliki potensi wisata yang luar biasa dan layak diperkenalkan lebih luas melalui kegiatan tersebut.
"Maros memiliki kekayaan alam yang sangat indah, seperti Bantimurung, Rammang-Rammang, Doli, hingga kawasan Leang-Leang. Melalui QRIS Jelajah Kuliner Nusantara, kami ingin memperkenalkan destinasi-destinasi unggulan Maros kepada masyarakat yang lebih luas, sekaligus mendorong penggunaan pembayaran digital di kawasan wisata dan sentra kuliner," ujarnya.
Selain mempromosikan transaksi non-tunai, kegiatan QRIS Jelajah Kuliner Nusantara juga menjadi sarana memperkenalkan kuliner khas daerah, memperkuat ekosistem ekonomi digital, serta mendukung pengembangan sektor pariwisata dan UMKM.
Pemilihan kawasan wisata alam Bantimurung sebagai lokasi pelaksanaan diharapkan mampu memberikan pengalaman bagi pengunjung untuk menikmati wisata sekaligus merasakan kemudahan bertransaksi menggunakan QRIS. Sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan perbankan diharapkan semakin mempercepat digitalisasi ekonomi di Kabupaten Maros sekaligus meningkatkan daya saing sektor pariwisata daerah.
Pewarta: Hakim / Harjan
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 285
©2026 tingkap.co
Berita Terkait
- Perkuat Sinergi dengan Media, Kapolres Mukomuko: Pers Mitra Strategis Polri
- 500 Warga Maros Antusias Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis, TBC Dideteksi dengan X-Ray Portabel
- Pascademonstrasi, Pemkot Bandung Kebut Bersihkan Vandalisme di Simpang Lima hingga Braga
- Penghimpunan Zakat BAZNAS Garut Turun Jadi Rp13 Miliar, Ini Penyebabnya
- Bukittinggi Ikuti Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik 2026, Sekda Paparkan Komitmen Pemkot
- Satpas Polres Cimahi Pangkas Waktu Tunggu SIM hingga 35 Persen, Layanan Digital Diperkuat
- Bandung Perkuat Siskamling Siaga Bencana, Target Turunkan Risiko Bencana dari 95,15 Jadi 85,15
- Kisah Petugas Damkar Bandung: Berpacu dengan Waktu, Bertaruh Nyawa demi Menyelamatkan Sesama
- Krisis Air Bersih Maros Makin Parah, IPA Pattontongan 54 Hari Berhenti Beroperasi
- Baznas Bandung Himpun Zakat Rp23 Miliar, Farhan Bidik Kontribusi Muzaki Naik Tiga Kali Lipat
