Ambil Kembali Kekuasaan Kita
Imigran dan Pekerja Rencanakan Protes May Day Saat Trump Menandai 100 Hari Pemerintahannya

Foto: democracynow
Organizers di seluruh Amerika Serikat merencanakan protes besar-besaran pada hari May Day (Hari Buruh Internasional) untuk menentang pemerintahan Trump.
WASHINGTON DC, TINGKAP.CO - Organizers di seluruh Amerika Serikat merencanakan protes besar-besaran pada hari May Day (Hari Buruh Internasional) untuk menentang pemerintahan Trump.
Melansir democracynow, para penyelenggara mengatakan bahwa mereka mendapat dukungan luas dari kelompok-kelompok yang menjadi target pemerintahan, termasuk imigran, pekerja federal, dan banyak lagi.
"Alih-alih hanya menyerang satu komunitas mereka menyerang semua orang pada saat yang sama, dan hal ini memungkinkan kami untuk mengumpulkan koalisi yang sangat luas," ujar Jorge Mjica, pengatur strategis Arise Chicago.
Di New York, para penyelenggara mengajak masyarakat untuk berbaris bersama mereka di Foley Square. "Kita harus melawan pengambilalihan perusahaan ini," kata Nisha Tabassum, pemimpin penyelenggara untuk isu-isu pekerja di Make the Road New York. "Kami adalah yang banyak; mereka adalah yang sedikit."
Penyelenggara di Los Angeles mengharapkan ratusan ribu pengunjuk rasa untuk bergabung dengan mereka dalam menentang kebijakan Trump. "Kami akan mengambil alih kekuasaan kami kembali," kata Georgia Flowers Lee, wakil presiden Asosiasi Pendidikan Nasional untuk United Teachers Los Angeles.
Akankah protes besar-besaran May Day ini merupakan upaya untuk menumbangkan Trump ?
Pewarta: Vero Iskandar (Washington DC)
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 128
©2025 tingkap.co
Berita Terkait
- Trump Mengolok Nama Muhammad, Kemuliaan Rasulullah Tak Akan Pernah Ternoda
- Demonstrasi di Prancis Berujung Penjarahan Toko Gucci sampai Versace
- The Wharf Washington, D.C., Surga Wisata Tepi Sungai dengan Restoran, Marina, dan Hiburan
- Paham Sekuler dan Kemunafikan Dalam Menyikapi Keadilan dan HAM
- Pakai Baterai BYD, Suzuki Luncurkan Mobil Listrik Pertama E-Sky
- Imam Shamsi Ali: Dunia Sedang Retak, Dialog Antaragama Jadi Kunci Perdamaian
- Dialog Imam Shamsi Ali dengan Demonstran Papua Merdeka di New York Berujung Tegang
- Ditawari Kerja di Malaysia, 49 WNI Malah Ditahan di Madagaskar: Haji Uma Surati Kemenlu
- Seruan untuk Menjaga Planet dan Taubat Global Untuk Lingkungan Hidup
- Trump Sebut Sebagian Media Jadi Ancaman Nasional, Samakan Berita Palsu Seperti Kanker
