Kesehatan Mental Anak
Denmark Berencana Melarang Platform Medsos Bagi Anak-Anak di Bawah Usia 15 Tahun

Foto: Folketinget
Caroline Stage Olson, Menteri Digitalisasi Denmark, menghadiri konferensi pers di Kopenhagen, Denmark, pada 7 November 2025.
WASHINGTON DC, TINGKAP.CO - Pemerintah Denmark mengumumkan pada Jumat (7/10/2025) bahwa negara tersebut akan melarang penggunaan media sosial (medsos) bagi anak-anak di bawah usia 15 tahun, meskipun orang tua diperbolehkan memberikan izin khusus bagi anak-anak hingga usia 13 tahun untuk mengakses platform tertentu.
Langkah ini mengikuti seruan Perdana Menteri Mette Frederiksen dalam pidato pembukaannya di parlemen bulan lalu untuk membatasi penggunaan media sosial bagi anak-anak karena kekhawatiran terkait kesehatan mental remaja.
Media sosial yang disebut-sebut ini menghabiskan waktu, masa kanak-kanak, dan kesejahteraan anak-anak kita, dan kami akan menghentikan hal itu sekarang, kata Menteri Digitalisasi Caroline Stage Olsen.
Melansir Reuters, sebagian besar partai di parlemen mengatakan mereka akan mendukung rencana tersebut sebelum pemungutan suara resmi.
Platform yang paling banyak digunakan oleh anak-anak di Denmark termasuk Snapchat, YouTube, Instagram, dan TikTok, kata pemerintah.
Menurut analisis dari Otoritas Persaingan dan Konsumen Denmark pada Februari tahun ini, remaja di negara Nordik tersebut menghabiskan rata-rata 2 jam dan 40 menit setiap hari di media sosial.
Denmark mengikuti jejak Australia, yang tahun lalu memberlakukan larangan penggunaan media sosial bagi anak-anak di bawah 16 tahun.
Pewarta: Vero Iskandar (Washington DC)
Penyunting: Alfen Hoesin
Pengunjung: 143
©2025 tingkap.co
Berita Terkait
- Trump Mengolok Nama Muhammad, Kemuliaan Rasulullah Tak Akan Pernah Ternoda
- Demonstrasi di Prancis Berujung Penjarahan Toko Gucci sampai Versace
- The Wharf Washington, D.C., Surga Wisata Tepi Sungai dengan Restoran, Marina, dan Hiburan
- Paham Sekuler dan Kemunafikan Dalam Menyikapi Keadilan dan HAM
- Pakai Baterai BYD, Suzuki Luncurkan Mobil Listrik Pertama E-Sky
- Imam Shamsi Ali: Dunia Sedang Retak, Dialog Antaragama Jadi Kunci Perdamaian
- Dialog Imam Shamsi Ali dengan Demonstran Papua Merdeka di New York Berujung Tegang
- Ditawari Kerja di Malaysia, 49 WNI Malah Ditahan di Madagaskar: Haji Uma Surati Kemenlu
- Seruan untuk Menjaga Planet dan Taubat Global Untuk Lingkungan Hidup
- Trump Sebut Sebagian Media Jadi Ancaman Nasional, Samakan Berita Palsu Seperti Kanker
