Layanan Medis

Anggaran Kesehatan Bukittinggi Tembus Rp162 Miliar, Ibnu Asis Dorong Layanan Medis Lebih Cepat dan Modern

261030070423-angga.jpg

Dok. Diskominfo Bukittinggi

Ibnu Asis saat mewakili Wali Kota dalam peringatan HKN ke-62 Tahun 2026 di Dinas Kesehatan Kota (DKK) Bukittinggi, Rabu (28/10/2026).

BUKITTINGGI, TINGKAP.CO - Pemerintah Kota Bukittinggi terus memperkuat komitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Pada 2026, anggaran sektor kesehatan di kota tersebut mencapai Rp162 miliar.
Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, STP, saat mewakili Wali Kota dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 Tahun 2026 di halaman Dinas Kesehatan Kota (DKK) Bukittinggi, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan yang melibatkan berbagai unsur insan kesehatan tersebut berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan. Acara diawali dengan penampilan Tari Pasambahan oleh siswa SMK Kesehatan GENUS Bukittinggi sebagai bentuk penyambutan sekaligus pelestarian budaya Minangkabau.

Dalam sambutannya, Ibnu Asis menegaskan bahwa peringatan HKN bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan momentum untuk mengevaluasi dan memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Menurutnya, peningkatan anggaran kesehatan harus diikuti dengan perbaikan mutu pelayanan, profesionalisme tenaga kesehatan, serta pemerataan akses layanan bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Pembangunan kesehatan bukan hanya berkaitan dengan ketersediaan fasilitas dan besarnya anggaran, tetapi juga bagaimana masyarakat mendapatkan pelayanan yang cepat, tepat, aman, dan sesuai kebutuhan," ujarnya.

Ia berharap seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) hingga fasilitas rujukan, terus melakukan pembenahan agar mampu memberikan pelayanan yang semakin profesional, transparan, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
 
Selain peningkatan kualitas pelayanan medis, Ibnu Asis juga menyoroti persoalan stunting yang masih menjadi tantangan dalam pembangunan kesehatan.

Menurutnya, penanganan stunting tidak bisa hanya dibebankan kepada sektor kesehatan. Diperlukan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, keluarga hingga masyarakat.

Upaya pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan melalui edukasi gizi, pemantauan tumbuh kembang anak, penguatan pelayanan ibu dan anak, serta peningkatan kesadaran keluarga terhadap pentingnya pola hidup sehat.

Ia juga mengajak masyarakat membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga pola makan, rutin melakukan aktivitas fisik, serta memanfaatkan fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan dan deteksi dini penyakit.

"Pendekatan promotif dan preventif harus semakin diperkuat. Dengan edukasi dan deteksi dini, risiko berbagai penyakit dapat ditekan sehingga kualitas hidup masyarakat semakin meningkat," jelasnya.
 
Dalam kesempatan tersebut, Ibnu Asis juga mendorong pemanfaatan inovasi dan teknologi untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih sederhana, cepat, dan mudah diakses masyarakat.

Menurutnya, digitalisasi pelayanan kesehatan harus menjadi peluang untuk memangkas tahapan birokrasi yang tidak perlu tanpa mengabaikan standar medis, keselamatan pasien, dan perlindungan data pribadi.

Penyederhanaan prosedur, peningkatan koordinasi antarfasilitas kesehatan, serta pemanfaatan sistem informasi yang terintegrasi menjadi langkah penting dalam menciptakan pelayanan yang lebih responsif.

Namun, penerapan teknologi harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Tenaga medis dan tenaga kesehatan dituntut terus mengembangkan kompetensi, menjaga etika profesi, serta mengedepankan empati dalam melayani pasien.

Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memperoleh kemudahan akses, tetapi juga pelayanan yang berkualitas dan mengutamakan keselamatan.
 
Peringatan HKN ke-62 di Kota Bukittinggi turut dihadiri berbagai organisasi profesi kesehatan, rumah sakit, perguruan tinggi, PMI, Forum Kota Sehat, serta sejumlah institusi kesehatan lainnya.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi gambaran pentingnya kolaborasi dalam membangun sistem pelayanan kesehatan yang kuat dan berkelanjutan.

Semangat kebersamaan juga terlihat melalui kegiatan senam bersama yang menjadi ajakan untuk membudayakan pola hidup sehat, baik di lingkungan kerja, keluarga maupun masyarakat.

Ibnu Asis berharap seluruh insan kesehatan terus meningkatkan dedikasi, profesionalisme, dan koordinasi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan kesehatan.

Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan kesehatan tidak semata-mata diukur dari besarnya anggaran maupun banyaknya fasilitas yang tersedia, tetapi juga dari kemudahan masyarakat memperoleh pelayanan, kualitas penanganan medis, serta meningkatnya kesadaran menjaga kesehatan sejak dini.

Melalui dukungan anggaran, kolaborasi lintas sektor, penguatan upaya pencegahan, dan pemanfaatan teknologi, Pemerintah Kota Bukittinggi berharap pelayanan kesehatan semakin berkualitas dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Pewarta: Syahyetti Syamra
Penyunting: Dewi Apriatin
Pengunjung: 203
©2026 tingkap.co

Komentar