Pelayanan Cepat
Respons Kurang dari 5 Menit! Begini Cara IGD RSUD dr La Palaloi Maros Tangani Pasien Darurat

@tingkap/Andi Harjan
Kepala IGD RSUD dr La Palaloi, Ahmad Rasyid, S.Kep., Ns., menegaskan, setiap pasien yang datang akan mendapatkan penanganan berdasarkan tingkat kegawatdaruratannya.
MAROS, TINGKAP.CO - Kecepatan penanganan menjadi prioritas utama Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr La Palaloi Kabupaten Maros dalam memberikan pelayanan kepada pasien, terutama mereka yang datang dalam kondisi kritis dan membutuhkan pertolongan segera.
Kepala IGD RSUD dr La Palaloi, Ahmad Rasyid, S.Kep., Ns., menegaskan, setiap pasien yang datang akan mendapatkan penanganan berdasarkan tingkat kegawatdaruratannya dengan mengutamakan kecepatan, ketepatan, dan keselamatan.
Bahkan, pasien yang dilaporkan keluarga dalam kondisi tidak sadar akan langsung dijemput petugas untuk mendapatkan penanganan medis.
"Kurang dari lima menit," tegas Ahmad Rasyid saat menjelaskan waktu respons petugas terhadap pasien yang datang ke IGD.
Ia menjelaskan, begitu keluarga melaporkan kedatangan pasien, petugas yang terdiri atas perawat, tenaga ambulatory, maupun petugas keamanan akan segera memberikan bantuan menjemput pasien.
Selanjutnya, pasien ditempatkan pada tempat tidur tindakan sesuai kondisi medisnya.
Pasien tidak sadar, misalnya, langsung diarahkan ke ruang resusitasi untuk mendapatkan penanganan intensif.
Sementara pasien kecelakaan lalu lintas (KLL) diarahkan ke ruang tindakan.
Menurut Ahmad, IGD RSUD dr La Palaloi memiliki tujuh tempat tidur tindakan.
Namun, ketika terjadi lonjakan kunjungan, pengaturan tempat tidur dilakukan secara fleksibel agar seluruh pasien tetap bisa mendapatkan pelayanan.
Kebijakan tersebut menjadi salah satu upaya rumah sakit untuk menghindari penolakan pasien saat jumlah kunjungan meningkat.
Ahmad mengatakan, pelayanan IGD berlangsung selama 24 jam setiap hari dengan prinsip utama menyelamatkan nyawa pasien.
Untuk mendukung pelayanan tersebut, kesiapan dokter dan perawat menjadi faktor penting. Petugas menerapkan sistem triase atau pemilahan pasien berdasarkan tingkat kegawatdaruratan melalui penilaian awal kondisi medis.
Selain itu, pelayanan didukung tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi khusus dan sertifikasi sesuai kebutuhan penanganan pasien darurat.
"Kesiapan mental dan komunikasi petugas juga menjadi bagian penting dalam pelayanan," katanya.
Tidak hanya tenaga medis, kesiapan obat-obatan dan peralatan kesehatan juga menjadi perhatian. Seluruh peralatan di ruang tindakan dipastikan dalam kondisi siap digunakan, dengan tetap memperhatikan kebersihan dan sterilitas.
Pemantauan kondisi pasien pun dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan perkembangan kesehatan selama menjalani penanganan.
Dari sisi fasilitas penunjang, pelayanan IGD didukung akses dan mobilitas pasien, laboratorium, radiologi, pelayanan 24 jam, hingga sistem cadangan energi.
Selain kecepatan penanganan medis, RSUD dr La Palaloi juga memperhatikan aspek keselamatan dan kenyamanan pasien maupun keluarga selama berada di IGD.
Penerapan standar keselamatan pasien meliputi ketepatan identifikasi pasien, komunikasi efektif, keamanan penggunaan obat, pencegahan risiko jatuh, serta pencegahan infeksi.
Sementara untuk menunjang kenyamanan, rumah sakit menjaga kebersihan lingkungan, menyediakan ruang tunggu, serta memastikan keluarga memperoleh informasi yang jelas mengenai kondisi pasien.
Petugas keamanan juga disiagakan untuk menjaga ketertiban dan mencegah gangguan selama proses pelayanan berlangsung.
"Rumah sakit menyediakan ruang tunggu yang nyaman. Petugas memberikan informasi yang jelas mengenai kondisi pasien dan menjaga kebersihan ruang UGD," ujarnya.
Setelah mendapatkan penanganan awal di IGD, pasien selanjutnya diarahkan sesuai kondisi medis dan kebutuhan perawatannya. Pasien yang membutuhkan rawat inap akan dipindahkan ke ruang perawatan sesuai kondisi kesehatannya.
Sementara pasien yang membutuhkan tindakan operasi, tim bedah segera dihubungi untuk melakukan persiapan. Koordinasi juga dilakukan dengan dokter anestesi dan dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP).
Adapun pasien yang membutuhkan rujukan ke rumah sakit lain terlebih dahulu menjalani proses stabilisasi kondisi medis.
Setelah dinilai stabil dan siap dirujuk, pasien akan dikirim ke rumah sakit dengan fasilitas yang lebih lengkap menggunakan ambulans, disertai surat rujukan dan pendampingan petugas.
Melalui sistem pelayanan tersebut, IGD RSUD dr La Palaloi berupaya memastikan setiap pasien memperoleh penanganan sejak pertama kali tiba hingga penentuan tindak lanjut perawatan.
Kecepatan respons, kesiapan tenaga medis, kelengkapan fasilitas, serta penerapan standar keselamatan menjadi bagian penting dalam upaya memberikan pelayanan kegawatdaruratan kepada masyarakat Kabupaten Maros.
Pewarta: Andi Harjan
Penyunting: Dewi Apriatin
Pengunjung: 436
©2026 tingkap.co
Berita Terkait
- Cegah Longsor di Bibir Ngarai, Kapolresta Bukittinggi Tanam Pohon Lewat Program Green Policing
- Bukittinggi Masuk 5 Besar Keterbukaan Informasi Publik Sumbar, Ramlan Nurmatias Targetkan Predikat Terbaik
- Kapolda Bengkulu Warning Polisi Jangan Jadi Beking Tambang Ilegal, Personel Polres Mukomuko Dapat Hadiah Umrah
- Farhan Siapkan Strategi Besar, UMKM Bandung Didorong Naik Kelas dan Tembus Pasar Ekspor
- Ekonomi Jabar Melesat 5,89 Persen, Kalahkan Pertumbuhan Nasional!
- TPK Cibaliung Serap 60 Tenaga Kerja Lokal, Stok Kayu Jati dan Mahoni Capai 11.000 Meter Kubik
- Hyundai, Samsung, dan Hankook Sudah di Jabar, Erwan Setiawan Bidik Kerja Sama Lebih Luas dengan Korea Selatan
- Ramlan Nurmatias Benahi Birokrasi Bukittinggi, 739 ASN Sudah Dipetakan Kompetensinya
- GEGER! Mantan Kapolri Listyo Sigit Jadi Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo, Dua Jenderal Ikut Terseret
- Ditolak Rumah Sakit atau Terkendala Layanan? Dedi Mulyadi Siapkan Fitur Pengaduan untuk 86 RS
