Grand Prix Freedom 250, Dalam Rangka Hari Kemerdekaan AS

Dok. Vero Iskandar
Grand Prix Freedom 250 dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan AS ke-250.
WASHINGTON, D.C., TINGKAP.CO - Grand Prix Freedom 250 perdana akan digelar di National Mall, Washington, D.C., pada 22-23 Agustus 2026.
Pagelaran Grand Prix ini diselenggarakan dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Amerika Serikat ke 250 yang jatuh pada Sabtu, 4 Juli lalu.
Tiket masuk gratis untuk umum sebanyak 100.000 sudah dibagikan secara acak (random), dan telah ditutup sejak tanggal 7 Juni lalu, sehingga tidak ada lagi tiket masuk umum gratis yang tersedia. Akses dibagi secara ketat ke dalam zona "Stars" dan "Stripes", dan tiket tidak dapat dipindahtangankan.
Namun, paket layanan istimewa (Champions Club) seharga $5.000 per orang masih dapat dibeli. Paket layanan premium ini untuk menonton selama dua hari dengan pengaturan suhu di tribun yang nyaman, mencakup makanan dan minuman all-inclusive serta pemandangan tikungan 4 & 5, dan tersedia untuk dibeli melalui Ticketmaster.
Lokasi penonton kelas atas ini terletak di lantai pertama Monument Suites di 7th Street, menawarkan pemandangan langsung mobil-mobil yang melaju kencang melalui Tikungan 4 & 5 dengan latar belakang Monumen Washington yang bersejarah.
Sirkuit sepanjang 1,7 mil (2.73 km) ini menggunakan konfigurasi jalan yang ditutup dengan perimeter keamanan yang ketat di seluruh kawasan National Mall, penonton yang datang langsung tanpa tiket atau izin resmi diperkirakan tidak akan diizinkan masuk.
Pro dan kontra dalam menyelenggarakan ajang balap mobil perkotaan seperti Freedom 250 Grand Prix perdana di Washington, D.C. (yang dijadwalkan pada 2223 Agustus 2026) tidak hanya menghadirkan dampak ekonomi yang besar dan pertunjukan berskala internasional, tetapi juga menimbulkan gangguan logistik yang parah.
Acara ini mengubah National Mall menjadi sirkuit jalan raya sementara sepanjang 1,7 mil untuk merayakan ulang tahun ke-250 Amerika Serikat, yang menyoroti dilema berat yang harus dihadapi oleh pemetintah kota Washington, D.C. sebagai tuan rumah.
Pewarta: Vero Iskandar (Washington DC)
Penyunting: Alfen Hoesin
Pengunjung: 221
©2026 tingkap.co
Berita Terkait
- Trump Mengolok Nama Muhammad, Kemuliaan Rasulullah Tak Akan Pernah Ternoda
- Demonstrasi di Prancis Berujung Penjarahan Toko Gucci sampai Versace
- The Wharf Washington, D.C., Surga Wisata Tepi Sungai dengan Restoran, Marina, dan Hiburan
- Paham Sekuler dan Kemunafikan Dalam Menyikapi Keadilan dan HAM
- Pakai Baterai BYD, Suzuki Luncurkan Mobil Listrik Pertama E-Sky
- Imam Shamsi Ali: Dunia Sedang Retak, Dialog Antaragama Jadi Kunci Perdamaian
- Dialog Imam Shamsi Ali dengan Demonstran Papua Merdeka di New York Berujung Tegang
- Ditawari Kerja di Malaysia, 49 WNI Malah Ditahan di Madagaskar: Haji Uma Surati Kemenlu
- Seruan untuk Menjaga Planet dan Taubat Global Untuk Lingkungan Hidup
- Trump Sebut Sebagian Media Jadi Ancaman Nasional, Samakan Berita Palsu Seperti Kanker
