Kucing Liar
DKPP Siap Kendalikan Populasi Kucing Liar dan Perketat Pemeriksaan Hewan Kurban

Foto: Dok. DKPP Kota Bandung
Program pengendalian populasi kucing liar melalui program KOPI CINTA
BANDUNG, TINGKAP.CO - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung menyampaikan komitmennya dalam menjaga kesehatan hewan dan kenyamanan lingkungan masyarakat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Gin Gin Ginanjar menyampaikan, dua agenda penting menjadi fokus dalam waktu dekat, yaitu pengendalian populasi kucing liar melalui program KOPI CINTA, dan persiapan pemeriksaan hewan kurban menjelang Idul Adha.
Hal itu Gin Gin ungkapkan pada talkshow Radio Sonata, 30 April 2025.
Menurutnya, sejak 202, DKPP telah menjalankan program KOPI CINTA (Kontrol Populasi Kucing Teridentifikasi Liar) untuk mengendalikan populasi kucing liar di Kota Bandung.
Program ini mengedepankan pendekatan yang manusiawi, dengan mengajak masyarakat untuk memperlakukan kucing liar dengan baik, serta melakukan penangkapan sementara secara aman.
Pemeriksaan kesehatan hewan oleh dokter hewan di DKPP Kota Bandung seperti vaksin dan vitamin. Pemeliharaan hewan diberikan gratis. Masyarakat dapat mendaftar secara online ataupun offline. Namun sebaiknya mendaftar secara online untuk memudahkan proses administrasi.
Hingga saat ini, telah ditentukan 17 lokasi utama sebagai titik pelaksanaan kastrasi. Masyarakat di luar titik tersebut tetap dapat mengajukan permohonan layanan kastrasi atau pemeriksaan kucing liar kepada DKPP.
Inisiatif warga dalam mengadopsi dan merawat kucing liar secara spontan juga mendapat apresiasi dari pemerintah.
"Yang penting adalah memperlakukan kucing dengan baik. Jangan sekali-kali menahan atau menyiksa di rumah. Bila memang ada kebutuhan, silakan hubungi DPRK," jelas Gin Gin.
Dalam agenda lain, menjelang Hari Raya Idul Adha, Pemerintah Kota Bandung akan mengaktifkan Satgas Pemeriksaan Hewan Kurban. Satgas bertugas memeriksa kesehatan sebelum dan sesudah penyembelihan pada tanggal 15 Mei 2025.
Tujuannya adalah memastikan hewan yang dikurbankan benar-benar sehat dan dagingnya aman untuk dikonsumsi. Kami ingin menjaga mutu sekaligus nilai ibadah masyarakat, ujar Gin Gin.
Pemeriksaan akan dilakukan di lapangan, bekerja sama dengan panitia kurban dan pedagang hewan. Masyarakat diminta untuk hanya membeli hewan kurban yang memiliki label layak dan sehat yang dikeluarkan oleh tim pemeriksa.
Pewarta: Imas Masriyah
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 156
©2025 tingkap.co
Berita Terkait
- Perkuat Sinergi dengan Media, Kapolres Mukomuko: Pers Mitra Strategis Polri
- 500 Warga Maros Antusias Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis, TBC Dideteksi dengan X-Ray Portabel
- Pascademonstrasi, Pemkot Bandung Kebut Bersihkan Vandalisme di Simpang Lima hingga Braga
- Penghimpunan Zakat BAZNAS Garut Turun Jadi Rp13 Miliar, Ini Penyebabnya
- Bukittinggi Ikuti Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik 2026, Sekda Paparkan Komitmen Pemkot
- Satpas Polres Cimahi Pangkas Waktu Tunggu SIM hingga 35 Persen, Layanan Digital Diperkuat
- Bandung Perkuat Siskamling Siaga Bencana, Target Turunkan Risiko Bencana dari 95,15 Jadi 85,15
- Kisah Petugas Damkar Bandung: Berpacu dengan Waktu, Bertaruh Nyawa demi Menyelamatkan Sesama
- Krisis Air Bersih Maros Makin Parah, IPA Pattontongan 54 Hari Berhenti Beroperasi
- Baznas Bandung Himpun Zakat Rp23 Miliar, Farhan Bidik Kontribusi Muzaki Naik Tiga Kali Lipat
