Tragedi Kenduri Megah
KDM Kunjungi Korban di RS Dr Slamet, dan Berikan Santunan

Foto: Istimewa
KDM menjenguk korban yang masih dirawat di RS Dr. Slamet, Garut, Jumat malam (18/7/2025)
BANDUNG, TINGKAP.CO - Tiga orang tewas, termasuk seorang polisi, ketika ribuan orang berdesakan dalam pesta rakyat memeriahkan pernikahan Wakil Bupati Garut Luthfianisa Putri Karlina dengan Maulana Akbar putra Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Jumat, (18/7/2025).
Jumlah korban lainnya yang luka-luka maupun yang patah tulang dalam kericuhan tersebut mencapai 26 orang.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Garut, Jabar menyatakan akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban akibat kericuhan pada rangkaian acara Kenduri Megah bertajuk Pesta Rakyat itu. Masyarakat berdatangan karena di Medsos disebutkan ada makan gratis dengan 50 macam menu di kenduri putra Gubernur Jabar itu.
"Semua biaya ditanggung oleh Pemkab Garut," kata Bupati Garut Abdusy Syakur Amin kepada wartawan di Pendopo Garut, Jumat (18/7/2025).
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, menunjukkan rasa empati mendalam terhadap para korban insiden tragis yang terjadi dalam acara kenduri megah tersebut. Jumat malam (18/7/2025), KDM (Kang Dedi Mulyadi) begitu sapaan Gubernur Jabar mendatangani Rumah Sakit Dr. Slamet, Garut untuk menjenguk para korban yang sedang menjalani perawatan medis.
"Yang dirawat tadi sudah saya bantu secara langsung, masing-masing Rp10 juta karena mereka tidak bisa bekerja. Biaya rumah sakit saya tanggung penuh," katanya.
Tak hanya membantu korban yang selamat, perhatian Dedi juga tercurah kepada keluarga dari tiga korban meninggal dunia.
Ia menyalurkan santunan dengan total nilai Rp250 juta untuk masing-masing keluarga. Jumlah itu berasal dari kontribusi dua pihak, yaitu Rp100 juta dari pasangan pengantin dan Rp150 juta dari dirinya sendiri.
"Anak-anak korban juga saya jadikan anak asuh. Semua kebutuhan hidup dan pendidikan saya tanggung. Ada yang ingin kuliah, ada yang ingin masuk AKPOL, semuanya akan saya dukung," ucapnya.
Dedi memastikan bahwa dukungan yang diberikan tidak berhenti pada santunan tunai saja. Ia mengambil peran lebih jauh sebagai orang tua asuh bagi anak-anak yang ditinggalkan para korban.
Pewarta: Martin Abidin
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 168
©2025 tingkap.co
Berita Terkait
- Perkuat Sinergi dengan Media, Kapolres Mukomuko: Pers Mitra Strategis Polri
- 500 Warga Maros Antusias Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis, TBC Dideteksi dengan X-Ray Portabel
- Pascademonstrasi, Pemkot Bandung Kebut Bersihkan Vandalisme di Simpang Lima hingga Braga
- Penghimpunan Zakat BAZNAS Garut Turun Jadi Rp13 Miliar, Ini Penyebabnya
- Bukittinggi Ikuti Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik 2026, Sekda Paparkan Komitmen Pemkot
- Satpas Polres Cimahi Pangkas Waktu Tunggu SIM hingga 35 Persen, Layanan Digital Diperkuat
- Bandung Perkuat Siskamling Siaga Bencana, Target Turunkan Risiko Bencana dari 95,15 Jadi 85,15
- Kisah Petugas Damkar Bandung: Berpacu dengan Waktu, Bertaruh Nyawa demi Menyelamatkan Sesama
- Krisis Air Bersih Maros Makin Parah, IPA Pattontongan 54 Hari Berhenti Beroperasi
- Baznas Bandung Himpun Zakat Rp23 Miliar, Farhan Bidik Kontribusi Muzaki Naik Tiga Kali Lipat
