Keadilan Sosial

HMI Maros Soroti Maraknya Anak Jalanan dan Pengemis, Desak Pemerintah dan Aparat Ambil Tindakan Nyata

250720212027-hmi-m.jpg

Foto: Istimewa

Ketua HMI Maros, Muhammad Taufik Hidayat berpose bersama anggonya. 

MAROS, TINGKAP.CO - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Butta Salewangang Maros menyatakan keprihatinan mendalam atas maraknya anak jalanan, pengemis, dan pengamen yang kian menjamur di berbagai titik strategis di Kabupaten Maros.

Kondisi ini dinilai tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan sosial hingga tindak kriminalitas.

Ketua Umum HMI Maros, Muhammad Taufik Hidayat, Sabtu (19/7/2025) menegaskan bahwa fenomena ini merupakan cerminan dari lemahnya sistem pengawasan dan perlindungan sosial oleh pemerintah daerah.

"Kami melihat makin hari jumlah anak jalanan dan pengemis makin meningkat, bahkan di lokasi-lokasi padat seperti lampu merah, pasar, hingga area perkantoran. Ini bukan hanya soal kemiskinan, tapi juga berpotensi melibatkan eksploitasi dan jaringan pengemis yang terorganisir," ujar Taufik.

HMI menilai belum adanya langkah tegas dan berkelanjutan dari pemerintah maupun aparat penegak hukum untuk menangani persoalan ini. Padahal, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, negara berkewajiban melindungi kelompok rentan, termasuk anak-anak yang hidup di jalanan.

Tuntutan dan Seruan HMI Maros:

1. Pemerintah Daerah Kabupaten Maros agar segera membentuk tim terpadu yang melibatkan Dinas Sosial, Satpol PP, dan instansi terkait untuk:

Melakukan pendataan dan asesmen sosial secara menyeluruh terhadap anak jalanan dan pengemis,

Menyusun program rehabilitasi dan reintegrasi sosial yang berkelanjutan,

Melakukan penertiban yang terukur dan humanis, tanpa mengabaikan aspek kemanusiaan.

2. Kepolisian Resor Maros diminta untuk:

Mengusut potensi keberadaan jaringan eksploitasi anak dan pengemis terorganisir yang mungkin beroperasi di wilayah Maros.

3. Masyarakat diimbau untuk:

Tidak memberikan uang secara langsung kepada pengemis atau anak jalanan,

Sebaliknya, menyalurkan bantuan melalui lembaga sosial resmi dan terpercaya.

Ketua Bidang HAM dan Lingkungan Hidup HMI Maros, Hasruli, turut menyampaikan bahwa jika tidak ada langkah konkret dari pemerintah dan aparat dalam waktu dekat, pihaknya siap menggelar aksi moral sebagai bentuk tanggung jawab sosial.

"Ini bukan semata soal ketertiban kota, tapi soal masa depan anak-anak dan wajah kemanusiaan kita bersama," tegas Hasruli.

HMI berharap masalah sosial ini tidak dianggap sepele dan segera menjadi perhatian serius lintas sektor, demi menciptakan Maros yang lebih aman, manusiawi, dan tertib.

Pewarta: Hakim / Harjan
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 587
©2025 tingkap.co

Komentar