MBG
Hindari KLB, H. Nadiman Uraikan Cara Pengelolaan Dapur MBG Sesuai Standar BGN

Foto: @tingkap/Agus Sopian
Untuk menghindari KLB tersebut. Pengelolaan dapur MBG jangan asal -asalan, harus hati - hati dalam pengelolaan.
GARUT, TINGKAP.CO - Hindari KLB (Kejadian Luar Biasa) yang tengah terjadi di Kabupaten Garut yaitu, ada siswa - siswi yang keracunan diduga setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG). Untuk menghindari KLB tersebut. Pengelolaan dapur MBG jangan asal -asalan, harus hati - hati dalam pengelolaan.
"Dengan hal itu, kita tahu sampai hari ini hampir tiap hari kedengaran tentang isu miring yang terjadi pada MBG di Garut. Bermasalah maka, kita kini bertindak lebih berhati-hati," ujar salah satu (Mitra Yayasan) pemilik dapur MBG , H. Dadiman kepada TINGKAP.CO saat ditemui di Kampung Sukaregang, Kelurahan Kota Wetan, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (03/10/2025).
Oleh karena itu, Ia menegaskan, sudah memerintahkan kepada seluruh pegawai SPPG. Termasuk SPPInya bahwa, menunya harus sesuai standar dengan Badan Gizi Nasional (BGN).
"Kita ini setiap hari menunya berbeda, satu kali daging Sapi, satu kali ikan dori, satu kali daging ayam,dan dua kali telur, Itu berbeda. Jadi menunya masing - masing dapur itu berbeda, disesuaikan dengan wilayah karena lidah itu kan berbeda rasanya tapi, inti bahan bakunya sama," ujarnya.
Ia menanggapi polemik yang sedang terjadi di Garut, kalau melihat kejadian yang telah terjadi masalah di dapur lain yang mengakibatkan dugaan keracunan, menurutnya, misnya adalah, dimanapun itu ada empat hal yang krusial di dapur ini.
Pertama itu di pendistribusian bahan baku. Artinya pemilihan bahan bakunya yang benar, harus yang baik, jangan melihat harganya murah itu percuma karena ini akan jadi masalah. "Nah jadi yang harus diperhatikan nya itu adalah bahan bakunya, harus yang baik,dan harus yang benar," tegasnya.
Ia menambahkanl, mengaku bahwa dirinya memiliki tiga dapur MBG di Garut diantaranya,di Kecamatan Karangpawitan (Cimurah), Kecamatan Sukawening, dan Kecamatan Garut Kota, Kelurahan Kota Wetan. Semua dapur dijamin sehat, bersih, dan berfasilitas dengan peralatan yang cukup baik.
Karena, menurutnya, dapur MBG itu dari mulai tempat, menu makanan harus dari bahan baku yang baik, berkualitas bagus agar penerima manfaat tetap sehat, aman, dan nyaman. "Jadi jangan asal-asalan harus berstandar BGN supaya tidak terjadi dengan hal-hal yang tidak diharapkan," tandasnya.
Sementara itu, kepala SPPG wilayah Kelurahan Kota Wetan, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Asep Nugraha turut membenarkan bahwa bahan baku untuk menu itu harus berkualitas baik, jangan asal -asalan.
"Jadi mengenai memasak juga harus dipastikan, jangan masak terlalu dini. Kita masak mulai jam dua pagi lalu kepemorsian namun, dipastikan juga pada saat packing tidak dalam keadaan panas kalau ditutup, tapi kita dinginkan dulu dengan alat pendingin yang sudah tersedia setelah itu baru ditutup, itu untuk menghindari agar makanan tidak basi," ujarnya.
Pewarta: Agus Sopian
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 255
©2025 tingkap.co
Berita Terkait
- Perkuat Sinergi dengan Media, Kapolres Mukomuko: Pers Mitra Strategis Polri
- 500 Warga Maros Antusias Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis, TBC Dideteksi dengan X-Ray Portabel
- Pascademonstrasi, Pemkot Bandung Kebut Bersihkan Vandalisme di Simpang Lima hingga Braga
- Penghimpunan Zakat BAZNAS Garut Turun Jadi Rp13 Miliar, Ini Penyebabnya
- Bukittinggi Ikuti Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik 2026, Sekda Paparkan Komitmen Pemkot
- Satpas Polres Cimahi Pangkas Waktu Tunggu SIM hingga 35 Persen, Layanan Digital Diperkuat
- Bandung Perkuat Siskamling Siaga Bencana, Target Turunkan Risiko Bencana dari 95,15 Jadi 85,15
- Kisah Petugas Damkar Bandung: Berpacu dengan Waktu, Bertaruh Nyawa demi Menyelamatkan Sesama
- Krisis Air Bersih Maros Makin Parah, IPA Pattontongan 54 Hari Berhenti Beroperasi
- Baznas Bandung Himpun Zakat Rp23 Miliar, Farhan Bidik Kontribusi Muzaki Naik Tiga Kali Lipat
