Kependudukan

Bupati Garut Sebut Pertumbuhan Penduduk Menunjukkan Tren Peningkatan

251127191830-bupat.jpg

Foto: @tingkap/Agus Sopian

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin menyebutkan bahwa, pertumbuhan penduduk Garut menunjukkan tren peningkatan dibandingkan daerah lain.

GARUT, TINGKAP.CO - Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin menyebutkan bahwa, pertumbuhan penduduk Garut menunjukkan tren peningkatan dibandingkan daerah lain," sebutnya saat melaksanakan monitoring pelayanan KB Media Operasi pria/ MOP, dan IUD/Implan, di Klinik Aster BKBI, Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut. Kamis (27/11/2025).

"Oleh karena itu salah satu penyebabnya adalah angka kelahiran per perempuan yang masih mencapai 2,2," ujar Bupati.

Lebih lanjut ia mengatakan, Kabupaten Garut terus mendorong pengendalian laju pertumbuhan penduduk sebagai upaya memastikan kualitas hidup masyarakat di masa mendatang.

Pemerintah Kabupaten Garut (Pemkab) melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Garut.

Demikian juga Ia mengaku sangat apresiasi terhadap masyarakat yang mulai berani memilih metode kontrasepsi jangka panjang, dan Metode Operasi Pria (MOP) dalam kegiatan pelayanan KB serentak yang hari ini tengah digelar di Kabupaten Garut.

Selain itu, kata ia menjelaskan, setelah kita cek, ternyata angka kelahiran per orangnya di Garut itu 2,2. Jadi seorang ibu atau pasangan melahirkan lebih dari dua anak. Sehingga kemungkinan pertumbuhan penduduk akan semakin meningkat.

Oleh karenanya, tantangan ke depan mengharuskan pemerintah menyiapkan layanan pendidikan dan kesehatan yang memadai, sehingga pengendalian kuantitas penting dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Ia berharap, dengan berbagai upaya terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar secara mandiri ber-KB.

"Kita akan melakukan berbagai macam upaya untuk menyadarkan masyarakat, meningkatkan kemauan masyarakat untuk secara mandiri melakukan upaya keluarga berencana," harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Garut, Yayan Waryana, menjelaskan bahwa pelayanan KB yang digelar merupakan bentuk bakti sosial dan respons terhadap meningkatnya kesadaran masyarakat untuk ber-KB.

"Melihat animo masyarakat untuk ber-KB sekarang alhamdulillah sudah mulai sadar. Jadi kita mengakomodir kebutuhan masyarakat melalui pelayanan KB. Jenis kontrasepsi yang tersedia saat ini IUD, implan, dan MOP, " jelas Yayan didampingi Kabid KB Irna Susanti.

Ia menyebut peserta MOP masih sedikit karena jenis kontrasepsi bagi pria terbatas. Untuk pria ini pilihan kontrasepsinya hanya kondom dan MOP. Sementara perempuan punya banyak pilihan seperti pil, suntik, implan, dan IUD,

Soal upaya menekan laju pertumbuhan penduduk, kata ia, pentingnya ketersediaan layanan kontrasepsi.

"Laju pertumbuhan penduduk bisa dikendalikan melalui pengaturan kelahiran. Pengaturan kelahiran bisa dicapai apabila ada pelayanan kontrasepsi. Kalau tidak, ya loss nantinya," katanya.

Ia menjelaskan, dalam kegiatan ini tercatat total 30 peserta KB dari berbagai kecamatan, dengan peserta termuda berusia 33 tahun. Selain itu, terdapat 58 akseptor IUD dan implan dari Kecamatan Tarogong Kidul.

"Kegiatan pelayanan KB ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan partisipasi masyarakat, termasuk pria, dalam program keluarga berencana demi masa depan Garut yang lebih berkualitas,"harapnya.

Pewarta: Agus Sopian
Penyunting: Alfen Hoesin
Pengunjung: 227
©2025 tingkap.co

Komentar