Unjuk Rasa
DPRD Langkat Sepakati Penutupan Diskotik Blue Night

Dok. DPRD Langkat
Sikap DPRD Langkat mendukung penutupan Blue Night disampaikan saat menerima aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Mahasiswa Pemuda Langkat Satu di Gedung DPRD Kabupaten Langkat, Selasa (21/7/2026).
LANGKAT, TINGKAP.CO - DPRD Kabupaten Langkat menyatakan sikap mendukung penutupan tempat hiburan malam Blue Night yang berada di Desa Emplasmen, Kecamatan Sei Bingai. Sikap tersebut disampaikan saat menerima aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Mahasiswa Pemuda Langkat Satu di Gedung DPRD Kabupaten Langkat, Selasa (21/7/2026).
Dukungan DPRD terhadap penutupan Blue Night didasarkan pada proses penegakan aturan yang telah berjalan, bahwa tempat hiburan malam yang pada awalnya mengantongi izin sebagai tempat karaoke itu telah menerima Surat Peringatan (SP) hingga tahap ketiga (SP3), sehingga dinilai telah memenuhi tahapan administratif untuk dilakukan tindakan lebih lanjut.
Kepala Satpol PP Langkat, Dameka Putra Singarimbun, yang turut hadir dalam pertemuan itu menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Langkat telah mengambil langkah-langkah sesuai kewenangannya. Menurutnya, Pemkab Langkat telah menyampaikan surat kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, mengingat perizinan operasional tempat usaha tersebut merupakan kewenangan pemerintah provinsi.
Sebelum diterima untuk berdialog di ruang rapat DPRD, puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pemuda Langkat Satu terlebih dahulu berorasi di depan gerbang Kantor DPRD Langkat. Dalam orasinya, mereka mendesak pemerintah segera menutup dan membongkar Diskotik Blue Night.
Para demonstran menilai keberadaan tempat hiburan tersebut telah menimbulkan keresahan masyarakat. Mereka juga menyampaikan dugaan bahwa lokasi tersebut menjadi tempat praktik maksiat dan penyalahgunaan narkotika. Atas dasar itu, mereka meminta pemerintah segera menindaklanjuti penerbitan SP3 dengan melakukan pembongkaran.
Dalam dialog bersama Pimpinan dan Anggota DPRD Langkat, perwakilan Aliansi Mahasiswa kembali mempertanyakan lambannya proses penindakan terhadap Blue Night. Mereka meminta Pemerintah Kabupaten Langkat segera mengambil langkah konkret agar proses penutupan tidak berlarut-larut.
Di pertemuan tersebut beberapa anggota dewan juga mengusulkan agar pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap seluruh tempat hiburan malam yang beroperasi di Kabupaten Langkat karena menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Ketua DPRD Langkat, Sribana Perangin Angin, menegaskan bahwa DPRD memiliki komitmen yang sama dengan mahasiswa dalam upaya pemberantasan penyalahgunaan narkoba dan penegakan peraturan daerah.
Ia meminta Satpol PP Kabupaten Langkat untuk bertindak tegas sesuai kewenangannya dengan tetap mengedepankan mekanisme hukum dan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sebagai pihak yang memiliki kewenangan dalam aspek perizinan.
"Kami sejalan dengan aspirasi mahasiswa dalam upaya memberantas narkoba dan menegakkan aturan. Namun seluruh proses harus tetap dilakukan sesuai mekanisme hukum yang berlaku," ujar Sribana.
Di akhir pertemuan, Aliansi Mahasiswa Pemuda Langkat menegaskan akan terus mengawal proses penutupan hingga pembongkaran Diskotik Blue Night sebagai bentuk pengawasan terhadap tindak lanjut aspirasi yang telah mereka sampaikan.
Pewarta: Siti Fatimah Hasibuan
Penyunting: Alfen Hoesin
Pengunjung: 144
©2026 tingkap.co
Berita Terkait
- Perkuat Sinergi dengan Media, Kapolres Mukomuko: Pers Mitra Strategis Polri
- 500 Warga Maros Antusias Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis, TBC Dideteksi dengan X-Ray Portabel
- Pascademonstrasi, Pemkot Bandung Kebut Bersihkan Vandalisme di Simpang Lima hingga Braga
- Penghimpunan Zakat BAZNAS Garut Turun Jadi Rp13 Miliar, Ini Penyebabnya
- Satpas Polres Cimahi Pangkas Waktu Tunggu SIM hingga 35 Persen, Layanan Digital Diperkuat
- Bandung Perkuat Siskamling Siaga Bencana, Target Turunkan Risiko Bencana dari 95,15 Jadi 85,15
- Kisah Petugas Damkar Bandung: Berpacu dengan Waktu, Bertaruh Nyawa demi Menyelamatkan Sesama
- Krisis Air Bersih Maros Makin Parah, IPA Pattontongan 54 Hari Berhenti Beroperasi
- Baznas Bandung Himpun Zakat Rp23 Miliar, Farhan Bidik Kontribusi Muzaki Naik Tiga Kali Lipat
- 300 Warga Mattoangin Antusias Ikuti Cek Kesehatan Gratis, Ada Layanan Rontgen
