Kaderisasi
Pemko Bukittinggi Perkuat Program BNL, Cetak Calon Pemimpin Masa Depan

Dok. Diskominfo Bukittinggi
Ramlan menegaskan, peserta BNL diharapkan tidak hanya menjadi penerima pembelajaran, tetapi juga mampu berperan sebagai agen pembangunan.
BUKITTINGGI, TINGKAP.CO - Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi terus memperkuat program Bukittinggi Next Leader (BNL) sebagai salah satu upaya menyiapkan calon pemimpin masa depan yang memiliki wawasan, pengalaman, serta kepedulian terhadap persoalan masyarakat.
Pada tahun 2026, sebanyak 29 peserta dinyatakan lolos mengikuti program BNL setelah melalui proses seleksi dari ratusan pendaftar. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias saat memimpin apel di halaman Balai Kota Bukittinggi, Senin (21/9/2026).
Ramlan mengatakan, peserta BNL akan mendapatkan pengalaman langsung melalui penempatan di berbagai instansi di lingkungan Pemerintah Kota Bukittinggi, termasuk sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan dapat melihat secara langsung kondisi di lapangan sekaligus memahami tugas dan tanggung jawab pemerintah dalam mengambil kebijakan serta menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
"Kita ingin anak-anak kita melihat langsung ke lapangan, memahami apa tugas pemerintah. Mereka ditempatkan di berbagai instansi, termasuk kantor-kantor dinas, sehingga bisa belajar bagaimana pemerintah mengambil kebijakan dan menyelesaikan persoalan yang ada di masyarakat," ujar Ramlan.
Menurutnya, pembelajaran dalam program BNL tidak hanya dilakukan melalui kegiatan di lingkungan pemerintahan, tetapi juga dilanjutkan dengan kunjungan lapangan.
Setelah mengikuti rangkaian pembelajaran dan kunjungan tersebut, para peserta akan menyusun makalah dan berdiskusi untuk menghasilkan sejumlah masukan yang nantinya dapat dimanfaatkan pemerintah sebagai bahan dalam perencanaan pembangunan.
Hasil pengamatan para peserta diharapkan mampu memberikan gambaran mengenai berbagai persoalan di tengah masyarakat yang perlu mendapat perhatian pemerintah.
Ramlan menegaskan, peserta BNL diharapkan tidak hanya menjadi penerima pembelajaran, tetapi juga mampu berperan sebagai agen pembangunan dan menyampaikan informasi yang bermanfaat kepada masyarakat.
"Anak-anak ini adalah agen pembangunan. Kita ingin mereka mendapatkan wawasan, memahami persoalan yang ada, kemudian ikut menyampaikan informasi dan edukasi kepada masyarakat," katanya.
Ia menambahkan, Pemko Bukittinggi berencana mengembangkan program BNL pada tahun mendatang. Jika tahun ini dilaksanakan satu kali, ke depan program tersebut direncanakan dapat digelar dua kali dalam setahun dengan peningkatan kualitas pelaksanaan.
"Insyaallah tahun depan program ini akan kita laksanakan dua kali dan kualitasnya terus kita tingkatkan," pungkas Ramlan.
Pewarta: Syahyetti Syamra
Penyunting: Dewi Apriatin
Pengunjung: 108
©2026 tingkap.co
Berita Terkait
- Pascademonstrasi, Pemkot Bandung Kebut Bersihkan Vandalisme di Simpang Lima hingga Braga
- Penghimpunan Zakat BAZNAS Garut Turun Jadi Rp13 Miliar, Ini Penyebabnya
- Satpas Polres Cimahi Pangkas Waktu Tunggu SIM hingga 35 Persen, Layanan Digital Diperkuat
- Bandung Perkuat Siskamling Siaga Bencana, Target Turunkan Risiko Bencana dari 95,15 Jadi 85,15
- Kisah Petugas Damkar Bandung: Berpacu dengan Waktu, Bertaruh Nyawa demi Menyelamatkan Sesama
- Krisis Air Bersih Maros Makin Parah, IPA Pattontongan 54 Hari Berhenti Beroperasi
- Baznas Bandung Himpun Zakat Rp23 Miliar, Farhan Bidik Kontribusi Muzaki Naik Tiga Kali Lipat
- 300 Warga Mattoangin Antusias Ikuti Cek Kesehatan Gratis, Ada Layanan Rontgen
- Farhan Gandeng PERSIS, PKL Bandung Didorong Bersertifikat Halal dan Lebih Higienis
- Dedi Mulyadi Batalkan Pinjaman ke PT SMI, Pembangunan Jabar Tetap Ngebut
