Adiwiyata
KLH Kolaborasi Dengan Anggota DPR RI Fraksi PDIP Gelar Sosialisasi Program Adiwiyata

Foto: @tingkap/Agus Sopian
Sosialisasi program Adiwiyata digelar di aula (Balroom) hotel Augusta, Jalan Cipanas, Kecamatan Tarogong Kaler, Garut, Jawa Barat, Kamis (28/08/2025).
GARUT, TINGKAP.CO - Diinisiasi Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia (RI) kemudian berkolaborasi dengan salah seorang anggota DPR RI dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI - Perjuangan), H Dony Ukoen menggelar sosialisasi tentang program Adiwiyata yang ditujukan untuk siswa - siswi sekolah.
Sosialisasi ini dihadiri peserta dari pihak sekolah diantaranya kepala sekolah dan guru yang mewakili. Kegiatan tersebut dilaksanakan di aula (Balroom) hotel Augusta, Jalan Cipanas, Kecamatan Tarogong Kaler, Garut, Jawa Barat, Kamis (28/08/2025).
Kaitan dengan hal tersebut, menurut Asri Trisnawati dari Kementrian Lingkungan Hidup, menjelaskan bahwa dari kementerian lingkungan hidup badan pengendalian lingkungan hidup mengadakan sosialisasi tentang program Adiwiyata.
"Program Adiwiyata itu adalah program yang diinisiasi oleh kementerian lingkungan hidup sejak tahun 2006. Program Adiwiyata itu yang memang ditujukan untuk sekolah-sekolah, SD, SMP, dan SMA di seluruh Indonesia. Tujuannya adalah untuk menciptakan warga sekolahnya supaya peduli dan berbudaya lingkungan," jelasnya
Mengenai syaratnya lebih lanjut ia memaparkan, syarat untuk sekolah tersebut diawali dengan registrasi dulu, daftar dulu di aplikasi sistem informasi Adiwiyata.
"Nah tadi (di hari ini) kami sudah melakukan praktek jadi seluruh peserta yang hadir kami bimbing bersama-sama untuk registrasi, dan setelah registrasi kemudian nanti mereka menyatakan komitmen untuk menjadi atau melakukan program Adiwiyata," urainya.
Baca juga: Puncak HUT Kemerdekaan RI, PDAM Tirta Intan Garut Gelar Jalan Sehat Bertabur Doorprize
Kemudian, lanjutnya, mereka menyusun tim Adiwiyata sekolah masing-masing, dan itu mereka sudah dianggap menjadi sekolah adiwiyata. "Nah setelah itu mereka kemudian akan dibina dan diusulkan dan dinilai oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten/Kota, itu untuk SD dan SMP," ujarnya.
"Sedangkan untuk SMA dan SMK itu nanti dibina dan dinilai diusulkan oleh provinsi untuk mendapatkan penghargaan. Jadi nanti mereka bisa dinilai dan kalau memenuhi kriteria akan mendapatkan penghargaan sebagai sekolah Adiwiyata," jelasnya
Sementara itu, anggota DPR RI, Dony Ukoen yang diwakili oleh Anggota DPRD Garut yang juga selaku Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Garut, Yudha Puja Turnawan menyampaikan rasa syukur.
"Alhamdulillah Kementerian Lingkungan Hidup bersinergi, berkolaborasi dengan Wakil Ketua Komisi XII DPR RI kang Donny Ukoen yang kebetulan dari fraksi partai PDI Perjuangan dan di Dapil Garut -Tasik menyelenggarakan kegiatan sosialisasi program Adiwiyata.
Mesih menurut Yudha, sekolah ada 141 namun, sekolah yang diundang barusan ada 121 yang hadir baik kepala sekolah maupun perwakilan sekolah dari beberapa diantaranya, ada dari SMK, madrasah Aliyah, ada juga dari madrasah Tsanawiyah, SD sistem terpadu, madrasah ibtidaiyah.
Konteks ini program sosialisasi kementeri yaitu, program dari Kementerian LH berkaitan berkaitan dengan sekolah adiwiyata itu sekolah yang mengedepankan pelaksanaan lingkungan hidup, dan bagaimana warga sekolah dari guru,kepala sekolah, tenaga pendidik maupun maupun orang tua yang benar-benar peduli pada pelaksanaan lingkungan hidup.
Baca juga: Usai Acara Sertijab Dirut PDAM Tirta Intan Garut Sebut Akan Memberikan Pelayanan Optimal
"Nah tadi salah satunya materi yang disampaikan dalam mengenai pengelolaan sampah bagaimana di sekolah ini sampah dikelola, dipilah, sampah organik anorganik kemudian ada juga tempat pengolahan sampah terpadu agar sampah yang telah dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) menjadi berkurang." Sehingga bagaimana di sekolah ini ramah lingkungan yaitu ada komposting,dan ada proses pengomposan.
Yudha juga menilai bahwa sosialisasi ini baik dan sangat penting yang tentu ini perlu ada edukasi dan generasi muda kita ikut bertanggung jawab terhadap sampah kemudian juga bagaimana ekosistem ramah lingkungan hemat energi dan yang lainnya termasuk penghijauan di tingkat sekolah. Kenapa di sekolah? Karena sekolah adalah lembaga yang memang ada kegiatan belajar mengajar.
"Jadi ketika sekolah diterapkan sistem Adiwiyata, protokol Adiwiyata ini akan menjadi baik ke generasi ke depannya. Ia ,berharap, kita adalah generasi yang benar-benar peduli kepada kelestarian lingkungan hidup," ujarnya.
Yudha mengucapkan terima kasih kepada Kementerian LH yang sudah melakukan kolaborasi dengan kang Dony (DPR RI) yaitu dengan mengadakan sosialisasi ini. Ia berharap, semua sekolah di Kabupaten Garut dari 1511 sekolah SD, 400 sekolah SMP, dan SMA semoga semua menerapkan program Adiwiyata agar kedepannya bisa memulai untuk kelestarian lingkungan hidup.
Pewarta: Agus Sopian
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 245
©2025 tingkap.co
Berita Terkait
- Perkuat Sinergi dengan Media, Kapolres Mukomuko: Pers Mitra Strategis Polri
- 500 Warga Maros Antusias Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis, TBC Dideteksi dengan X-Ray Portabel
- Pascademonstrasi, Pemkot Bandung Kebut Bersihkan Vandalisme di Simpang Lima hingga Braga
- Penghimpunan Zakat BAZNAS Garut Turun Jadi Rp13 Miliar, Ini Penyebabnya
- Bukittinggi Ikuti Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik 2026, Sekda Paparkan Komitmen Pemkot
- Satpas Polres Cimahi Pangkas Waktu Tunggu SIM hingga 35 Persen, Layanan Digital Diperkuat
- Bandung Perkuat Siskamling Siaga Bencana, Target Turunkan Risiko Bencana dari 95,15 Jadi 85,15
- Kisah Petugas Damkar Bandung: Berpacu dengan Waktu, Bertaruh Nyawa demi Menyelamatkan Sesama
- Krisis Air Bersih Maros Makin Parah, IPA Pattontongan 54 Hari Berhenti Beroperasi
- Baznas Bandung Himpun Zakat Rp23 Miliar, Farhan Bidik Kontribusi Muzaki Naik Tiga Kali Lipat
