Transportasi
Tiga Terminal Angkutan Umum Mukomuko Mati Suri Begini Tanggapan Kadis Perhub

@tingkap/Japri
Memprihatinkan kondisi Terminal pasar Induk Kota Mukomuko
MUKOMUKO, TINGKAP.CO - Tiga terminal angkutan umum di Kabupaten Mukomuko mengalami mati suri alias tidak berfungsi sebagaimna mesti nya yakni Terminal Pasar Koto Jaya, terminal Pasar Lubuk Pinang dan Terminal Pasar Pulai Payung Ipuh.
Parah nya lagi aset bangunan tiga terminal tersebut mengalami rusak parah tampa mendapat perawatan yang serius terutama terminal pasar minggu Koto Jaya, Kecamatan Kota Mukomuko hampir semua bangunan gedung pelayanan hancur terlihat seperti bngunan tua yang telah mati.
Mirisnya lagi, menurut Kadis Dinas Perhubungan Mukomuko Novria Eka Putra ketika melakukan peninjauan terlihat bangunan terminal jadi sarang ternak liar, dan dijadikan tempat berjual beli oleh pedagang pada saat hari pekan ini dialami oleh terminal Pasar Lubuk Pinang.
"Mula saya memimpin Dishub ini saya bersama personil langsung terjun kelapangan melakukan pengecekan ke tiga terminal memastikan kondisinya," ungkap Kadis Perhubungan Mukomuko yang akrab disapa Ria, Selasa, 20 Januari 2026 lalu.
Kadis Perhub mengungkapkan, kita akan berupaya kembali untuk mengaktifkan kan ketiga terminal dan memperbaiki bangunan yang rusak kenapa tidak. "Jika terminal itu aktif dan adanya aktivitas layaknya terminal pada umumnya tentu akan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD), ujarnya.
"Kenapa Terminal-terminal itu tidak berjalan sebagaimana peruntukan nya salahsatu alasan yang signifikan adalah pasiltas MCK nya tidak memadai baik bagi pemilik angkutan maupun penumpang," kata Novria.
Dikatakan nya juga, selain fasilitas MCK yang tidak memadai kami dari Dinas Perhubungan juga masih kekurangan personil untuk menangani pelayanan di terminal. "Disisi lain untuk renopasi bangunan tentu kita butuh dana yang memadai," katanya.
"Kita berharap pemkab Mukomuko dapat mengsuport dengan suntikan anggaran agar terminal dapat terealisasi dengan baik, selain menndapat suntikan anggaran dari pemerintah daerah kami juga tengah berupaya molobi anggaran ke Kementerian Perhubungan. Kita berharap rencana kami ini mendapat respons baik dari pemerintah daerah maupun dari Kementerian Perhungan," berharap.
Ia juga menjelaskan, untuk bangunan terminal di pasar Lubuk Pinang dimana dijadikan tempat berjual beli oleh pedagang, untuk sementara kita biarkan dulu sembari menunggu dilakukan renovasi.
"Kita sangat berharap tiga terminal angkutan umum ini berfungsi kembali guna menambah inkam daerah (PAD)," tandasnya.
Pewarta: Japri
Penyunting: Alfen Hoesin
Pengunjung: 72
©2026 tingkap.co
Berita Terkait
- 500 Warga Maros Antusias Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis, TBC Dideteksi dengan X-Ray Portabel
- Pascademonstrasi, Pemkot Bandung Kebut Bersihkan Vandalisme di Simpang Lima hingga Braga
- Penghimpunan Zakat BAZNAS Garut Turun Jadi Rp13 Miliar, Ini Penyebabnya
- Satpas Polres Cimahi Pangkas Waktu Tunggu SIM hingga 35 Persen, Layanan Digital Diperkuat
- Bandung Perkuat Siskamling Siaga Bencana, Target Turunkan Risiko Bencana dari 95,15 Jadi 85,15
- Kisah Petugas Damkar Bandung: Berpacu dengan Waktu, Bertaruh Nyawa demi Menyelamatkan Sesama
- Krisis Air Bersih Maros Makin Parah, IPA Pattontongan 54 Hari Berhenti Beroperasi
- Baznas Bandung Himpun Zakat Rp23 Miliar, Farhan Bidik Kontribusi Muzaki Naik Tiga Kali Lipat
- 300 Warga Mattoangin Antusias Ikuti Cek Kesehatan Gratis, Ada Layanan Rontgen
- Farhan Gandeng PERSIS, PKL Bandung Didorong Bersertifikat Halal dan Lebih Higienis
