KPID Award
Peluncuran Logo Anugerah Penyiaran KPID Jabar 2026

Dok. Diskominfo Kota Cimahi
Peluncuran tema dan logo Anugerah Penyiaran KPID Jawa Barat ke-19 Tahun 2026 resmi menandai dimulainya rangkaian program KPID Award 2026.
CIMAHI, DISKOMINFO - Peluncuran tema dan logo Anugerah Penyiaran KPID Jawa Barat ke-19 Tahun 2026 resmi menandai dimulainya rangkaian program KPID Award 2026 yang merupakan hasil kolaborasi antara KPID Jawa Barat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Cimahi, serta Nusantara TV.
Kegiatan ini digelar di Cimahi Command Center, Selasa (28/04), sebagai langkah awal dalam mendorong penguatan kualitas penyiaran di Jawa Barat.
Peluncuran berlangsung secara hybrid dan dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, lembaga penyiaran, serta insan media. Rangkaian acara dimulai dari registrasi peserta, pembukaan, hingga sambutan dari sejumlah pihak, termasuk Wali Kota Cimahi dan Ketua KPID Jawa Barat, sebelum akhirnya dilakukan prosesi launching tema dan logo secara simbolis.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, dalam sambutannya menegaskan bahwa momentum ini tidak sekadar seremoni, melainkan refleksi kesiapan daerah dalam menghadapi dinamika industri penyiaran yang terus berkembang. Ia menilai, kehadiran tema dan logo baru menjadi representasi identitas sekaligus arah strategis penyiaran ke depan.
Tema yang diusung tahun ini, Penyiaran Lestari untuk Jawa Barat Istimewa, mengandung pesan kuat mengenai pentingnya keberlanjutan dalam dunia penyiaran. Tidak hanya bertahan di tengah disrupsi teknologi, penyiaran juga dituntut menjaga kualitas informasi, memperkuat fungsi edukasi, serta melestarikan nilai-nilai budaya lokal.
Ngatiyana juga menyoroti tantangan serius berupa banjir informasi yang tidak seluruhnya dapat dipertanggungjawabkan. Dalam konteks tersebut, ia menekankan pentingnya peran penyiaran sebagai rujukan utama masyarakat dalam memperoleh informasi yang akurat, berimbang, dan terverifikasi.
"Penyiaran harus berani menjadi penjernih di tengah derasnya arus informasi, bukan justru terjebak dalam pusaran disinformasi," tegasnya. Ia juga mengingatkan bahwa pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dalam produksi konten harus tetap berada dalam koridor etika dan pengawasan ketat agar tidak mempercepat penyebaran hoaks.
Sementara itu, Ketua KPID Jawa Barat, Adiyana Slamet, menyebut bahwa Anugerah Penyiaran merupakan bentuk keseimbangan antara fungsi pengawasan dan apresiasi. Di tengah citra lembaga yang kerap diidentikkan dengan penindakan pelanggaran, KPID juga memiliki tanggung jawab memberikan penghargaan kepada lembaga penyiaran yang konsisten menghadirkan program berkualitas.
Ia mengungkapkan, saat ini terdapat sedikitnya 423 lembaga penyiaran di Jawa Barat, baik radio maupun televisi, yang menjadi bagian dari ekosistem penyiaran. Dalam situasi disrupsi informasi dan teknologi, penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi sekaligus pengakuan atas kerja keras para pelaku industri.
Lebih lanjut, tema Penyiaran Lestari juga diangkat sebagai respons terhadap isu lingkungan dan kebencanaan yang relevan di Jawa Barat. KPID mendorong lembaga penyiaran untuk tidak hanya memenuhi aspek regulasi, tetapi juga menjalankan tanggung jawab moral dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga disampaikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Barat, Nidar Nadrotan Naim Sujana menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus penyemangat bagi pelaku penyiaran agar tetap bertahan dan berkembang di tengah perubahan platform serta tantangan industri.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, panitia juga memaparkan ketentuan teknis pelaksanaan Anugerah Penyiaran 2026. Tahun ini, terdapat 28 kategori penghargaan yang terbagi dalam kelompok radio, televisi, dan umum. Proses penilaian dilakukan secara berjenjang, mulai dari seleksi administratif hingga penilaian dewan juri independen dengan komposisi 70 persen penilaian juri dan 30 persen kepatuhan terhadap regulasi.
Puncak Anugerah Penyiaran KPID Jawa Barat ke-19 dijadwalkan berlangsung pada 16 November 2026 dan akan disiarkan secara langsung melalui jaringan radio dan televisi. Melalui ajang ini, diharapkan kualitas isi siaran semakin meningkat serta mampu memperkuat fungsi media sebagai sarana informasi, edukasi, dan kontrol sosial di tengah masyarakat.
Pewarta: Imas Masriyah
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 47
©2026 tingkap.co
Berita Terkait
- Bukittinggi Ikuti Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik 2026, Sekda Paparkan Komitmen Pemkot
- Perkuat Sinergi dengan Media, Kapolres Mukomuko: Pers Mitra Strategis Polri
- 500 Warga Maros Antusias Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis, TBC Dideteksi dengan X-Ray Portabel
- Pascademonstrasi, Pemkot Bandung Kebut Bersihkan Vandalisme di Simpang Lima hingga Braga
- Penghimpunan Zakat BAZNAS Garut Turun Jadi Rp13 Miliar, Ini Penyebabnya
- Satpas Polres Cimahi Pangkas Waktu Tunggu SIM hingga 35 Persen, Layanan Digital Diperkuat
- Bandung Perkuat Siskamling Siaga Bencana, Target Turunkan Risiko Bencana dari 95,15 Jadi 85,15
- Kisah Petugas Damkar Bandung: Berpacu dengan Waktu, Bertaruh Nyawa demi Menyelamatkan Sesama
- Krisis Air Bersih Maros Makin Parah, IPA Pattontongan 54 Hari Berhenti Beroperasi
- Baznas Bandung Himpun Zakat Rp23 Miliar, Farhan Bidik Kontribusi Muzaki Naik Tiga Kali Lipat
