Bencana

Longsor di Sungai Landia di Kabupaten Agam Akibat Intensitas Hujan Deras

260506170124-longs.jpg

Foto: Istimewa

Hujan deras mengakibatkan longsor menerjang rumah warga di Dusun Simancianh, Jorong Kampuang Baruah, Nagari Sungai Landia, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam (5/5/2026), satu orang meninggal dunia.

AGAM, TINGKAP.CO - Hujan lebat dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, sejak Selasa siang, 5 Mei 2026, mengakibatkan tanah longsor di Dusun Simanciah, Jorong Kampuang Baruah, Nagari Sungai Landia, Kecamatan IV Koto.

Peristiwa terjadi pukul 22.30 WIB menerjang tiga rumah warga dan tujuh orang yang berada di dalamnya.

Material longsor berasal dari lereng sekitar permukiman menghantam rumah milik warga bernama Awal, Dayat, dan Yoni. Saat kejadian, seluruh korban diketahui sedang berada di dalam rumah dan sebagian tertidur pulas.

Wali Jorong Kampuang Baruah, Yogi Kurnia, menjelaskan enam korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Sementara satu korban lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal beberapa jam kemudian.

Saat kejadian, sebanyak tujuh orang berada di dalam rumah. Enam orang berhasil langsung dievakuasi, sedangkan korban terakhir, Awal (50 thn ), ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 04.00 WIB saat tim SAR gabungan melakukan pencarian, ulas Yogi.

Seluruh korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi. Hingga Rabu pagi, 6 Mei 2026, lima korban masih menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat, satu korban telah dipindahkan ke ruang rawat inap, sementara jenazah korban disemayamkan di kamar jenazah rumah sakit.

Longsor diduga kuat dipicu oleh curah hujan tinggi yang berlangsung sejak siang hari. Kondisi tanah di sekitar lokasi, khususnya di sepanjang pinggir jalan provinsi, dinilai sudah labil akibat tergerus air hujan dalam waktu lama.

Selain menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini juga berdampak pada akses transportasi. Ruas jalan BukittinggiLubuk Basung via Padang LuarManinjau masih terputus akibat tertimbun material longsor di lokasi kejadian.

Kawasan Sungai Landia sendiri dikenal sebagai daerah rawan bencana, terutama saat intensitas hujan meningkat. Sejumlah titik di wilayah tersebut belum sepenuhnya pulih sejak terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 lalu.

Proses evakuasi dan pencarian korban telah dihentikan setelah seluruh korban berhasil ditemukan pada Rabu dini hari. Sementara itu, upaya pembersihan material longsor dan penanganan akses jalan masih menunggu penanganan lanjutan dari pihak terkait.

Pewarta: Syahyetti Syamra
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 64
©2026 tingkap.co

Komentar